Kabar Syuradikara

KEGIATAN TRAINING GATHERING

8 Siswi SMK Swasta Katolik Syuradikara Mengikuti Kegiatan Training Gathering

Saat ini sudah ada 58 siswa-siswi SMK Swasta Katolik Syuradikara yang sedang menjalankan PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) di Bali. Mereka semua tersebar di berbagai hotel yang ada di Bali. Dari 58 siswa-siswi ini, ada 33 siswa yang sudah menjalankan PRAKERIN-nya selama kurang lebih 2 bulan. Ada banyak kegiatan yang sudah mereka ikuti. Salah satunya adalah training gathering.

Ada 8 siswi yang saat ini berpraktek di Grandmass dan Amnaya, sejauh ini sudah dua kali mengikuti kegiatan training gathering. Kegiatan ini pertama kali mereka ikuti pada tanggal 11 Agustus 2021. Pada training gathering yang pertama ini mereka diberi pengetahuan mengenai dasar komunikasi dalam industri perhotelan. Dasar komunikasi ini dimulai dari komunikasi dengan team dan guest. Selain itu, mereka juga diminta untuk menghafal serta memperagakan VMV (Visi, Misi, dan Value) dari Grandmas dan Amnaya.

Pada tanggal 15 September 2021 mereka kembali mengikuti kegiatan training gathering ini. Dalam training gathering yang kedua ini mereka belajar tentang produk hotel. Mereka belajar tentang set-up yang ada di room baik gues amenities yang ada di bedroom dan di bathroom, maupun guest suplies. Mereka juga belajar mengenai jenis kamar dan fasilitas yang disedikan di hotel mereka masing-masing (Grandmas Seminyak, Amnaya Resort Kuta, Grandmas Hotel Plus Airport, Grandmas Legian, dan Amnaya Benoa). Seluruh proses kegiatan training gathering ini dikoordinasi oleh Ibu Lestari, sebagai Cooperate Trainee Manager Grandmass dan Amnaya.

Intan Elu, salah seorang siswi yang turut serta dalam kegiatan ini, berkomentar: “Kami sangat menikmati kegiatan training gathering ini. Dari kegiatan ini kami memperoleh banyak pengetahuan tentang perhotelan. Kami juga merasa senang karena dengan adanya kegiatan ini kami bisa bertemu, berkumpul bersama, berkenalan, dan berbagi pengalaman dengan teman-teman dari unit-unit yang lainnya”.

“Selama proses kegiatan ini, kami sering diuji atau ditanya oleh Ibu Lestari setelah selesai penyampaian materi. Trainee yang bisa menjawab dengan baik dan benar akan diberi hadia”, lanjut siswi yang saat ini berpraktek di Grandmas Hotel Seminyak.

Putri Sato, siswi lainnya yang saat ini berpraktek di Grandmas Hotel Legian menambahkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain diajarkan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan perhotelan, mereka juga diajarkan tentang bagaiamana menggunakan bahasa Inggris yang baik dan benar. Terkait dengan bahasa Inggris, ia kembali menambahkan bahwa mereka juga memiliki jadwal khusus, yakni pada hari selasa untuk mengikuti English Class bersama Ibu Lestari dan senior-senior yang ada hotel. Lebih lanjut ia menegaskan bahwa kegiatan training gathering ini adalah kegiatan wajib bulanan.

BULAN KITAB SUCI 2021

SMK Swasta Katolik Syuradikara Menyelenggarakan Lomba Membuat Tempat Pentaktahan Kitab Suci

SMK Swasta Katolik Syuradikara memiliki cara yang khas untuk memaknai bulan Kitab Suci. Sekolah ini menyelenggarakan lomba membuat tempat pentaktaan Kitab Suci. Masing-masing kelas diwajibkan untuk berkreasi dan berkreativitas.

Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter

Pastor Paul Budi Kleden SVD: Pemimpin Baru SVD Sejagat

Pastor Paul Budi Kleden SVD: Pemimpin Baru SVD Sejagat

Pastor Paul Budi Kleden SVD, asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih menjadi superior jenderal atau pemimpin umum Serikat Sabda Allah/Societas Verbi Divini (SVD) di seluruh dunia.

Ia memimpin kongregasi itu selama 6 tahun hingga 2024, terhitung sejak ia terpilih pada Rabu, 4 Juli.

Pastor Paul menjadi superior jenderal ke-12 dalam sejarah SVD, kongregasi yang didirikan oleh Santo Arnoldus Janssen, imam diosesan asal Jerman  tahun 1875.

Ia menggantikan pendahulunya, imam asal Jerman, Heinz Kulueke. Ia juga tercatat sebagai orang kedua dari Asia yang menduduki jabatan itu, di mana yang pertama berasal dari Filipina.

Dari Waibalun untuk Dunia

Pastor Paul lahir pada 16 November 1965 di Waibalun-Larantuka, Flores Timur, yang dikenal sebagai gerbang masuknya Agama Katolik di Flores. Ia adalah anak kelima dari almarhum Bapak Petrus Sina Kleden dan Ibu Dorotea Sea Halan. Pastor Paul memiliki dua saudara laki-laki dan empat saudara perempuan.

Pendidikan formalnya dimulai dari SDK Waibalun, lalu ke Seminari Menengah San Dominggo, Hokeng, di dekat kota Larantuka. Ia bergabung dengan SVD  tahun 1985, lalu menyelesaikan studi filsafat di Sekolah Tinggi Fisafat Katolik (STFK) Ledalero. Studi teologi kemudian ditempuhnya di Austria dan kemudian ditahbisan menjadi imam di negara tersebut pada 15 Mei 1993. Selama tiga tahun pasca tahbis, ia bekerja di Swiss sebagai pastor kapelan di dua paroki, di Steinhausen dan kemudian di Auw. Pada 1996-2000, ia menjalani studi doktoral bidang teologi sistematik di Albert Ludwig’s University, Freiburg, Jerman. Pulang studi, ia mengabdi di alma maternya STFK Ledalero dan mengampu sejumlah mata kuliah di program sarjana, termasuk eklesiologi, teodicea dan postmodernisme, juga teologi politik di program magister.

Ia menduduki posisi anggota dewan provinsi SVD Ende pada 2005-2008 dan wakil provinsial selama satu tahun pada periode ini. Pada 2011, ia diangkat menjadi direktur program pasca sarjana di Ledalero. Namun, posisi itu kemudian ia tinggalkan setelah setahun kemudian, ia pindah ke Roma, karena dipilih menjadi anggota dewan jenderal SVD.

Cerdas dan Ramah

Kabar pemilihannya sebagai superior jenderal memunculkan beragam reaksi dari rekan-rekannya, juga mantan mahasiswanya. Uskup Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko OFM, teman kelas Pastor Paul selama kuliah doktor menyebut, penunjukkan itu bukan sesuatu yang mengejutkan, “mengingat kemampuan yang dia miliki.”

Superior General Societas Verbi Divini (SVD) Sejagat

“Ia (memiliki) banyak talenta, tekun, pandai, juga suka mencari ide-ide yang baru,” ungkap uskup yang ditahbiskan 23 september 2017 lalu itu.

Ia mengaku dibimbing oleh profesor yang sama dengan Pastor Paul saat kuliah. Pada 2010, keduanya juga sempat sama-sama menjadi editor untuk buku Dialektika Sekularisasi, yang menampilkan diskusi antara Filsuf Jerman, Jurgen Habermas dan Joseph Ratzinger (Paus Emeritus Benediktus XVI), lalu masing-masing menulis tanggapan terhadap keduanya.

Florianus Geong, salah satu mantan mahasiswanya yang kini bekerja sebagai aktivis di Papua menggambarkan bagaimana Pastor Paul sangat dekat dengan mereka, tidak hanya di bangku kuliah.

“Ia selalu memotivasi dan rendah hati mendengarkan keluhan serta berdiskusi dengan para mahasiswa,” katanya.

“Kamarnya tak pernah sepi, selalu ramai oleh mahasiswa yang datang berdiskusi atau meminjam buku, juga hanya untuk menghabiskan jagung titi,” lanjut Flori.

Ia menyebut Pastor Paul sebagai pastor teladan. “Hidupnya adalah contoh yang patut ditiru.”

Mantan murid lainnya, Gusti Adi Tetiro, mengatakan, terpilihnya Pastor Paul adalah sesuatu yang ”tepat, cerdas dan bijak” bagi SVD.

“Ia orang yang pintar dan baik, yang selalu bisa menyapa orang dari berbagai latar belakang dan golongan, baik pejabat, petinggi gereja, masyarakat adat, hingga anak muda,” katanya.

Pastor Otto Gusti Madung, rekan dosennya di STFK Ledalero menyebut Pastor Paul sebagai “teolog yang cerdas” dan mengakui kekhasannya yang sangat dekat dengan mahasiswa.

“Ia mengenal semua mahasiswanya dengan namanya. Bayangkan, dari sekitar 800-an mahasiswa kuliah di Ledalero, ia mengenal mereka semua,” katanya.

Teologi Terlibat

Di STFK Ledalero, salah satu hal yang dianggap sebagai warisan penting Pastor Paul adalah apa yang disebut dengan teologi terlibat, gagasan yang dituangkannya dalam buku berjudul sama pada 2003.

Dalam salah satu tulisannya, ia memadatkan konsep itu dengan penjelasan berikut: menjadi seorang teolog berarti menjadi bagian dari upaya untuk melawan kondisi yang tidak manusiawi dan membangun masyarakat yang adil dan damai.

Menurut Pastor Otto, dengan persepektifnya itu, Pastor Paul “tidak berteologi di menara gading kampus, tetapi terlibat dalam advokasi untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat pinggiran.”

Pastor Otto mengingat bagaimana Pastor Paul terlibat aktif dalam kasus advokasi seorang pembantu yang dihamili seorang bupati di Flores, juga membela para petani di Colol, Kabupaten Manggarai yang ditembak mati pada 2004 karena menentang kebijakan pejabat lokal.

Ia mengatakan, Pastor Paul senantiasa membangun teologinya dalam dialektika dengan ilmu-ilmu sekular dan persoalan-persoalan sosial, baik politik, pendidikan, kebijakan publik, hak hak asasi manusia, gender, hingga korupsi.

Pastor Avent Saur SVD, imam yang menjadi perintis kelompok pemerhati penderita ganggung jiwa menyebut “teologi terlibat” itu sebagai gagasan “yang cerdas dan progresif” karena memberi dasar penting bagi keberpihakan Gereja atau misionaris SVD dalam masalah-masalah sosial.”

Harapan

Dengan tugasnya yang dipercayakan kepadanya kini, Pastor Paul memimpin lebih dari 6.000 anggota SVD yang tersebar di seluruh dunia.

Gusti Adi Tetiro berharap, semoga di bawah kepemimpinannya, SVD bisa selalu keluar dari ghetto dan membawa inspirasi angin perubahan bagi gerakan sosial politik dunia dan lokal di tempat mereka bermisi.

Pastor Avent menyatakan harapan serupa, agar Pastor Paul mencetus kebijakan-kebijakan misioner untuk tak jemu-jemunya terlibat secara serius dalam persoalan-persoalan sosial dunia.

Hal demikian, kata dia, penting “agar kenyamanan posisi religius dan kesunyian di balik tembok biara tidak diakrabi sebagai strata sosial dan kesejahteraan ekonomi yang hampa.

“Tetapi, itu terutama sebagai wadah untuk mewujudkan iman yang benar-benar terlibat,” katanya.

Sumber: https://indonesia.ucanews.com/2018/07/06/pastor-paul-budi-kleden-svd-pemimpin-baru-svd-sejagat/, Diakses, Sabtu, 20 April 2019.

Kepramukaan: Selama Hayat Dikandung Badan

Oleh: Eto Kwuta 

Pramuka tidak sekedar basa-basi, tempat bermain tanpa arti, ruang berekspresi tanpa hasil, tetapi merupakan wadah pembentukan mentalitas kepribadian anak-anak Indonesia yang cerdas, terampil, maju, berwawasan luas dan mampu bersaing di tengah perkembangan ilmu dan teknologi. Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Tapi sebelum singkatan ini ditetapkan, kata Pramuka asalnya diambil oleh Sultan HamengkuBuwono IX dari kata "Poromuko" yang berarti pasukan terdepan dalam perang. Dalam perjalanan pendidikan di Indonesia, kepramukaan diputuskan menjadi ekstra wajib bagi semua tingkat pendidikan dari SD sampai SMA/SMK/MA, dan lainnya.

Pada hari Kamis, 04 April sampai 07 April 2019, kedua lembaga pendidikan SMA Syuradikara dan SMK Swasta Katolik Syuradikara mengadakan perkemahan akbar di Desa Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Perkemahan ini dinamakan PERJUSAMI (Perkemahan Jumat - Sabtu - Minggu). Pada hari Jumat, 05 April 2019, apel pembuka kegiatan Pramuka dipimpin oleh Kakak Silvester Keu, S.Pd. Beliau dimandatkan sebagai koordinator umum dalam seluruh kegiatan kepramukaan Syuradikara. 

"Menjadi anggota Pramuka berarti Anda harus siap menjadi pahlawan. Dengan melihat semangat visi dan misi kedua lembaga sekolah SMA dan SMK Syuradikara, maka Anda siap menjadi pahlawan utama," ungkapnya dalam sambutan.

Lebih jauh, Kakak Silvester Keu menambahkan soal pembentukan karakter anak-anak yang siap tampil di tengah krisis yang melanda Indonesia. Krisis dalam semua aspek kehidupan sosial, ekonomi, budaya, politik, pertahanan dan keamanan, dan lain sebagainya.

"Pramuka Syuradikara akhirnya mengperkenalkan juga tentang tempat perkemahan di Desa Wologai Tengah. Pihak pengelolah bumi perkemahan Wologai merasa bersyukur dan bangga atas kesediaan kedua lembaga besar SMA dan SMK Syuradikara memilih Wologai sebagai tempat perkemahan," tegas Kakak Wempy selaku ketua pengelolah perkemahan ini.

Dalam pertemuan bersama Dewan Kehormatan Pramuka, Kaka Pembina Fernando Hampaty pun menegaskan tentang keterlibatan DKP dalam kepanitiaan merupakan satu jalan untuk belajar berorganisasi dalam level pramuka SMA/SMK. Tentu saja, menjadi Dewan Kehormatan Pramuka berarti menjadi panutan dalam seluruh proses kepramukaan. Untuk itu, Pramuka harus melekat dalam diri semua anggota Pramuka selama hayat dikandung badan. Ini berarti, selama kita hidup dan sampai mati pun, Pramuka adalah kunci bagi semua insan Indonesia untuk bertarung melawan tantangan Globalisasi. 

Br. Kris Riberu saat memimpin upacara Jalan Salib (Jumat, 5 April 2019)

Dengan demikian, kunci kesuksesan di masa depan adalah dengan menguasai semua tata cara kepramukaan dan belajar tentang sejatinya menjadi pramuka yang handal dalam setiap persoalan hidup. Dinamika kepramukaan yang sadar konteks adalah pembentukan karakter anak-anak yang siap berimprovisasi dan berkolaborasi dalam semua lini kehidupan.*

 

The Learning Process

The deep issue is not one of a method or technique for learning, but one of ‘distance. How far is the learner to be from what is to be learned? In the first case, there is no distance between the learner and the object of learning. In a second, more familiar, case, there is a middle distance between the learner and the object, not an absence of distance, but not a considerabledistance either. In a third case, there is indeed considerable distance between the person who learns and thi thing he or she is learning about.

Pramuka Syuradikara

Di balik sifat Pater Don yang sering membuat canda tawa dan terlihat santai, ia merupakan sosok yang tegas dalam peraturan dan disiplin waktu. Saat terjadi pelanggaran di asrama, ia tidak segan-segan untuk memberikan hukuman bagi pelanggarnya. Menurut Pater Don, “Kualitas umum anak-anak Syuradikara baik, namun secara khusus anak-anak Syuradikara masih perlu dibina lagi seperti kedisiplinan. Mengapa? karena keberhasilan dari suatu lembaga ditentukan oleh kedisiplinan. Semakin kurangnya kedisiplinan dari suatu Lembaga, maka kualitas akan semakin menurun. Sebaliknya, semakin tinggi kedisiplinan, maka kualitas juga semakin meningkat.”

Kesan dan pesan dari Pater Don untuk Syuradikara ”Perlu meningkatkan kedisiplinan, bukan hanya dari guru pegawai, para pastor dan bruder dan anak-anak, tetapi masing-masing kita harus menyadari diri bahwa kita juga kurang disiplin.”

Selain itu, Pater Don juga berpesan agar siswa-siswi harus tekun dalam meningkatkan potensi yang ada dalam diri masing- masing, baik itu kemampuan intelek maupun keterampilan dan karakter.

“Kita harus mempunyai cita-cita. Diibaratkan cita-cita itu merupakan jalan. Apabila kita berjalan tanpa arah dan tujuan maka tak akan ada tujuan dalam hidup kita. Namun saat kita sudah memiliki cita-cita, kita pasti mempunyai persiapan dan kesanggupan untuk mencapai cita-cita itu.” Demikian kata Pater Don memotivasi.

 

Syuradikara Menggelar Workshop K13 dan UN

Syuradikara Menggelar Workshop K13 dan UN

Sekolah Menengah Atas Katolik dan Sekolah Menengah Kejuruan Katolik Syuradikara serta beberapa SMA menggelar workshop Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 serta persiapan menjelang ujian nasional 2016. Kegiatan yang berlangsung di ruang guru Syuradikara ini diikuti oleh semua guru Syuradikara dan perwakilan guru beberapa sekolah di kota Ende pada beberapa waktu lalu.

Bazar Spesial 65 Tahun SMAK Syuradikara Ende

Bazar Spesial 65 Tahun SMAK Syuradikara Ende

Dalam rangka memeriahkan pesta sekolah yang ke 65 tahun SMAK SYURADIKARA dan reuni akbar, SMA dan SMK Syuradikara mengadakan kegiatan bazar. 

Alumni Syuradikara Siap Ke Jepang

Alumni Syuradikara Siap Ke Jepang

“Pencipta Pahlawan Utama”, inilah visi SMAK Syuradikara yang telah banyak terwujud dalam setiap jejak langkah Syuradikara. Visi ini kembali diwujudkan Syuradikara dengan dikirimnya dua sisiwa terbaik untuk melanjutkan pendidikan di Jepang.

Syuradikara Menggelar Berbagai Kegiatan

Syuradikara Menggelar Berbagai Kegiatan

Keluarga besar Syuradikara menggelar berbagai perlombaan, pertandingan, dan kergiatan dalam rangkat memeriahkan dan memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 SMAK Syuradikara Ende dan SMKK Syuradikara yang ke-6, reuni akbar Ikatan Alumni Syuradikara (IAS), dan pesta perak imamat ke-25 P. Stefanus Sabon Aran, SVD, M. Pd.

Assessment Proses  Belajar  Mengajar di Syuradikara

Assessment Proses Belajar Mengajar di Syuradikara

Assessment atau penilaian pendidikan adalah proses sistematis mendokumentasikan dan menggunakan data empiris pada pengetahuan, keterampilan, sikap, dan keyakinan untuk memperbaiki program dan meningkatkan pembelajaran siswa.

Peta Lokasi

Social Media